Kreasi Anak Lampung

Keterangan Gambar :


Hal ini dimaksudkan untuk menyusun program kerja ke depan dalam mengatasi permasalahan limbah perusahaan yang ada di Lampung Tengah.

Rapat internal anggota Pansus limbah DPRD Lampung Tengah ini dipimpin langsung oleh Ketua Pansus Wayan Subawe dan dihadiri oleh beberapa anggota pansus limbah lainnya, Senin (29/1/ 2018).

Di dalam rapat tersebut, para wakil rakyat ingin menyatukan persepsi guna menyusun program kerja pansus limbah karena permasalahan limbah perusahaan di Lampung Tengah menjadi polemik di masyarakat.

“Dampaknya masyarakat kecil yang dirugikan sehingga DPRD Lampung Tengah sepakat untuk membentuk pansus limbah,” kata Wayan Subawe.

Dalam rapat tersebut, para anggota Pansus Limbah DPRD saling mengusulkan langkah kerja ke depan karena melihat banyaknya jumlah perusahaan di Lampung Tengah juga luasan wilayah.

Oleh karena itu, kata Wayan, pansus berencana membagi wilayah kerja yakni timur, tengah, dan barat, sehingga pansus limbah dapat bekerja secara  maksimal.

Rapat  pansus limbah DPRD Lampung Tengah ini juga  menyoroti limbah PT Santory yang beberapa waktu lalu sudah mencemari lingkungan masyarakat, juga aliran sungai yang ada di sekitarnya.

Bahkan perwakilan Lembaga Swadaya Masyarakat bersama warga sempat melakukan unjuk rasa yang meminta DPRD Lampung Tengah untuk menutup PT Santory, sehingga dengan dasar tersebut pansus akan segera mengambil langkah untuk melakukan pengecekan ke perusahaan tersebut.

‘’Rapat Pansus limbah ini menyimpulkan akan segera mendatangi PT Santory dengan mengundang beberapa pihak di antaranya Satpol PP, Polres Lampung Tengah, Dinas Lingkungan Hidup serta Kabag Hukum Lampung Tengah. Setelah melihat langsung permasalahan yang ada akan ditindaklanjuti dengan duduk bersama,” ungkap Wayan.

Wayan menambahkan, pansus limbah ini mempunyai program bagaimana limbah di Lampung Tengah membaik tidak seperti yang lalu sehingga ke depan masyarakat tidak sering berdemo masalah limbah.

Sedangkan untuk tindakan tegas, pansus limbah  berencana akan memberikan sanksi kepada perusahaan yang membuang limbah tidak pada tempatnya dengan melakukan penutupan sementara.

‘’Apabila nantinya kita temukan perusahaan nakal  yang membuang limbah tidak pada tempatnya  kita akan berikan sanksi, paling tidak perbaikan itu dengan tutup sementara,” pungkasnya.(*)